Pada
pertemuan mata kuliah psikogiagnostik kemarin, awalnya menjelaskan bahwa
psikodiagnostik itu besar kaitanya dengan sebuah pengukuran. Pengertian
pengukuran bisa diambil dari dasar kata ukuran, yang bisa berarti adalah sebuah
parameter atau mungkin juga suatu “standar” untuk suatu hal. Pertanyaan mengenai
mengapa “ukuran” itu penting barangkali apabila diijinkan saya untuk mencoba
sedikit “bersok tau” adalah agar mempermudah kita untuk mengetahui, mendapatkan
sebuah informasi mengenai hal-hal yang ingin diketahui. Misalkan untuk
mengetahui berapakah jarak antara rumah saya ke warung yang tidak jauh dari
rumah saya? Ukuran yang mungkin paling sesuai misalnya “meter”. Setelah mencari-tahu
dengan menggunakan alat ukur jarak misalnya akhirnya diketahui jarak antara
rumah saya dengan warung dekat rumah saya adalah 100meter. Misalnya seperti
itu. :D
Berbicara
tentang psikodiagnostik, sepertinya sudah dipastikan bahwa kita berbicara salah
satu kajian atau hal dalam ilmu psikologi. Pertanyaan tambahannya mungkin
adalah mengapa dalam psikologi diperlukan sebuah pengukuran aspek apa saja yang
di ukur dalam psikologi menurut saya adalah test psikologi yaitu untuk mengukur
perbedaan-perbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama
terhadap berbagai situasi. Sikap terbentuk atas 3 komponen kognitif, afektif,
dan motorik. Pengertian kognitif adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan
masalah. Afektif adalah mengenai sikap, emosi, minat dan nilai hidup, sedangkan
psikomotorik adalah kegiatan yang berhubungan dengan fisik dan otot.
Bebrbicara tentang IQ setiap orang memiliki nilai IQ yang
berbeda beda atau memiliki kapasitas yang berbeda akan tetapi. Hal tersebut
tidaklah jadi tolak ukur untuk suatu pekerjaan yang dibutuhkan untuk suatu
perkerjaan misalkan tugas adalah kemampuan orang untuk menyelesaikan tugasnya
menyesampingkan nilai atau kapasitas mereka.
