Jumat, 16 Maret 2012




Pada pertemuan mata kuliah psikogiagnostik kemarin, awalnya menjelaskan bahwa psikodiagnostik itu besar kaitanya dengan sebuah pengukuran. Pengertian pengukuran bisa diambil dari dasar kata ukuran, yang bisa berarti adalah sebuah parameter atau mungkin juga suatu “standar” untuk suatu hal. Pertanyaan mengenai mengapa “ukuran” itu penting barangkali apabila diijinkan saya untuk mencoba sedikit “bersok tau” adalah agar mempermudah kita untuk mengetahui, mendapatkan sebuah informasi mengenai hal-hal yang ingin diketahui. Misalkan untuk mengetahui berapakah jarak antara rumah saya ke warung yang tidak jauh dari rumah saya? Ukuran yang mungkin paling sesuai misalnya “meter”. Setelah mencari-tahu dengan menggunakan alat ukur jarak misalnya akhirnya diketahui jarak antara rumah saya dengan warung dekat rumah saya adalah 100meter. Misalnya seperti itu. :D
Berbicara tentang psikodiagnostik, sepertinya sudah dipastikan bahwa kita berbicara salah satu kajian atau hal dalam ilmu psikologi. Pertanyaan tambahannya mungkin adalah mengapa dalam psikologi diperlukan sebuah pengukuran aspek apa saja yang di ukur dalam psikologi menurut saya adalah test psikologi yaitu untuk mengukur perbedaan-perbedaan antara individu atau perbedaan reaksi individu yang sama terhadap berbagai situasi. Sikap terbentuk atas 3 komponen kognitif, afektif, dan motorik. Pengertian kognitif adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah. Afektif adalah mengenai sikap, emosi, minat dan nilai hidup, sedangkan psikomotorik adalah kegiatan yang berhubungan dengan fisik dan otot.
            Bebrbicara tentang IQ setiap orang memiliki nilai IQ yang berbeda beda atau memiliki kapasitas yang berbeda akan tetapi. Hal tersebut tidaklah jadi tolak ukur untuk suatu pekerjaan yang dibutuhkan untuk suatu perkerjaan misalkan tugas adalah kemampuan orang untuk menyelesaikan tugasnya menyesampingkan nilai atau kapasitas mereka.